|
find us on : 
Home > NASIONAL > Raja Mutia : Perijinan Proyek Tol Parigi-Serpong Sudah Selesai

Raja Mutia : Perijinan Proyek Tol Parigi-Serpong Sudah Selesai

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 14 Februari 2018 | 18:14:46
dibaca | 1261 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Ket Foto : Raja Mutia, selaku Project Production Manajer (PPM) PT. Acset Indonusa Tbk. di kantornya. Selasa (13/2/2018) malam. (Foto: Sugeng)


TANGERANG - Terkait proyek jalan Tol Parigi-Serpong.warga di perbatasan RT 04/06 Kelurahaan Parigi Baru, Pondok Aren, Menolak pengerukan lahan. Akibatnya, warga merasa dirugikan lantaran harus memutar jauh kendaraannya.

Menyikapi aksi tersebut, Project Production Manajer (PPM) PT. Acset Indonusa Tbk., Raja Mutia menyampaikan, kita sebelum pembongkaran lahan tersebut jauh-jauh hari sudah memikirkan aspek berbagai dampak tersebut. Artinya, perijinan sudah selesai.

Ia menerangkan bahwa jalan yang berada di wilayah perbatasan antara RT 04 RW 017 Kelurahan Jombang Ciputat dengan RT 04 RW 06 Kelurahan Parigi Baru Pondok Aren akan di eksekusi hari Kamis (15/2).

"Karena jalan perbatasan ini bukan milik pribadi warga dan merupakan milik pemerintah, jadi tidak perlu lagi minta ijin karena ijin sudah diterima," ujar Raja Mutia kepada wartawan di kantornya. Selasa (13/2/2018) malam.

Aspek dampak pembongkaran tersebut sudah kita atasi, dengan membangun jalan-jalan pengganti. Apalagi, kata Raja Meutia, pada sisi kiri-kanan lahan pengerjaan proyek tol Parigi-Serpong sudah dibuatkan jalan cor-coran. Sehingga, masyarakat bisa menggunakan jalan tersebut.

Sebab menurutnya, jika masyarakat melintas di jalan kita (proyek) akan berpapasan dengan mobil proyek yang bertonase besar dan akan berbahaya.

Selanjutnya barulah kita eksekusi jalan itu. "Harusnya dua bulan yang lalu, itu sudah harus kita kerjakan, tapi baru kira laksanakan hari minggu lalu. Jadi sudah cukup lama kita tunda," terangnya.

"Jadi jika kita tidak memikirkan warga, maka salah besar," tegasnya.

Pihaknya menyatakan lebih inti mengutamakan kepentingan masyarakat banyak dan baru mementingkan pengerjaannya.

"Kita tekankankan kembali bahwa kita lebih banyak mendengar suara masyarakat banyak, dan intinya proyek ini tidak akan merugikan kepentingan masyarakat banyak," tegasnya kembali.

Konsekuensi daripada dampak pembangunan proyek ini, memang dibenarkan, bahwa masyarakat yang dulunya jika melintas ke tempat tujuan lebih singkat namun saat ini dan kedepannya akan sedikit memutar arah jalannya.

"Mau ngga mau memang harus ada akibat dari dampak ini baik plus maupun minusnya," jelasnya.

Ia mengemukakan, akses dan realisasi sebelumnya juga sudah disepakati oleh Ketua RT/ RW setempat.

"Pengerjaan Overpass Parigi saat ini juga lagi kita kebut," pungkasnya.

Konsekuensi daripada dampak pembangunan proyek inipun ditanggapi oleh RW setempat Saidun, bahwa masyarakat yang dulunya melintas ke tempat tujuan lebih singkat namun saat ini dan kedepannya akan sedikit memutar arah jalannya.

"Mau nggak mau memang harus ada akibat dari dampak ini, baik plus maupun minusnya," jelas ketua RW 06 Parigi, Pondok Aren, Saidun kepada wartawan di saat melakukan rembug dengan warga sekitar pembangunan pada Selasa (13/2/2018) malam.

Saidun juga menegaskan bahwa proses perijinan dan sosialisasi sudah mendapatkan kesepakatan dari warga dan Ketua RT/RW setempat.

"Sementara ini pihak pelaksana sudah membuat jalan alternatif, dan sejauh ini keadaan baik-baik saja. Harapan saya segera dipercepat saja laju pembangunan, agar warga bisa melalui jalan baru yang telah disepakati," tandas Saidun.(bgs/JJ)

BERITA TERKAIT :