|
find us on : 
Home > NASIONAL > Kapolda Malut : Pemberitaan Pers Harus selalu Memberikan Kenyamanan dan Keamanan

Kapolda Malut : Pemberitaan Pers Harus selalu Memberikan Kenyamanan dan Keamanan

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 11 Februari 2018 | 15:06:25
dibaca | 379 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Hari Pers Nasional (HPN) XVIII tahun 2018, pers harus selalu mememberikan kenyamanan dan keamanan, melalui pemberitaan yang dikemas di berbagai media, baik media elektornik, online, cetak, sehingga masyarakat Malut khususnya dan Indonesia pada umumnya, bisa terhindar dari berbagai isu baik hoax maupun hal-hal lain yang bisa membuat kamtimbas Malut terganggu.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku Utara (Malut), Brigjen (Pol) Achmat Juri, dalam kegiatan gerakan 10.000 Tanda Tangan Perangi Hoax yang digagas Komunitas Jurnalis Hukum Kriminal (KAJIH) Malut, yang dipusatkan di Taman Nukila, Kelurahan Gamalama, Kecamatan Kota Ternate Tengah, Minggu (11/2/2018).

Kapolda Malut mengatakan, perkembangan teknologi saat ini tidak bisa dipungkiri lagi, karena dengan teknologi ini masyarakat tidak membutuhkan waktu lama untuk bisa mengakses informasi dari sisi apa saja.

"Kemajuan teknologi saat ini sudah terlalu cepat untuk meniggalkan kita semua, walaupun kita mengikutinya namun pada tahapan yang berbeda, maka itu kita harus cerdas menyikapi itu sehingga perkembangan teknologi membawa kita pada dunia yang lebih baik," tegasnya.

Maka dari itu, menurutnya, dalam momen HPN 2018 ini merupakan langkah untuk pers agar bisa menenangkan masyarakat dengan pemberitaan yang bisa membuat masyarakat merasa aman, damai, nyaman, rukun dan harmoni.

"Kita akan membantu pihak penyelenggara baik itu KPU mapun Bawaslu dalam mengsukseskan baik Pilgun, Pileg dan Pilres nanti," tutur Kapolda.

Kapolda menambahkan, Pers harus tetap menjalankan amanat undang-undang dasar (UUD) 1945 yakni melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah dara dan mencerdaskan kehidupan bangsa serta mengsejahterakan masyarakat umum.

"Peran pers sudah sama dengan pembukaan UUD kita, dan jika semua komponen bangsa kita selalu mengingat itu maka saya yakin dan percaya hoax dan perbuatan kontraproduktuf tidak akan terjadi," ucapnya.

Ditambahkan, saat ini meskipun telah banyak media sosial yang membuat berita yang bermacam-macam namun, kita masih bisa melihat bahwa media mainstream di Malut masih bisa dijadikan konfirmasi kebenaran.

"Oleh sebab itu, dalam momuntum HPN ini, kita sangat berharap melalui media mainstream yang kita miliki saat ini bisa menjadi rujukan sekaligus konfirmasi berita-berita yang benar, dan jadikanlah media kita saat ini merujuk pada berita-berita yang benar sehingga bisa menepis adanya berita hoax," harapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPUD) Prov Malut, Sahrani Sumadayo menambahkan, dengan kekuatan pers yang kita miliki saat ini bisa menolak politisasi sara yang sengaja dimainkan oleh pasangan calon dan orang-orang tertentu untuk memenangkan pemilu.

"Kita berharap kehadiran Pers ini bisa menetralisir semuanya, karena pers memiliki kekuatan yang bisa di dengar langaung oleh masyarakat," akunya.

Lanjut Sahrani, perkembangan media sosial saat ini, sudah banyak isu-isu yang bertebaran di mana-mana, dan isu yang sudah berkembang tersebut hanyalah pers yang bisa menetralisirnya.

"Tidak ada lain, karena saat ini masyarakat lebih percaya pers daripada berita atau informasi-informasi yang lain," akunya.

Maka itu kata Sahrani, pada komentum HPN tahun 2018 ini, pers bisa merubah image masyarakat kita dan tetap menjunjung tinggi netralitas dan provesional dalam memberikan informasi pada masyarakat.

"Tetaplan jadi jurnalis yang sehat dan bisa membawa kedamaian di Malut maupun di Indonesia," pugkasnya seraya mengucapkan selamat HPN 2018.


BERITA TERKAIT :